10 Kesehatan mental berdasarkan mitos dan fakta nya yang kamu harus tahu

jangan asal cap orang


Begitu banyak mitos dan fakta yang beredar dimana-mana mengenai kesehatan mental seseorang. Di Indonesia masih dianggap tabu membicarakan kesehatan mental seseorang, namun diluar negri terutama pada negara yang maju kesehatan mental justru menjadi perhatian sama penting nya dengan kesehatan fisik kita.

Berikut ini adalah 10 kesehatan mental yang tidak boleh kamu sepelekan.

1. Kamu tidak sakit

Mitos: Misalnya bipolar disorder dianggap sekadar perubahan suasana hati atau mood.

Fakta: Bipolar disorder merupakan gangguan perubahan mood yang berat. Menurut Prakash Masand, seorang psikiater dan pemimpin dari Global Medical Education, bipolar dapat mengganggu kegiatan fungsional sehari-hari orang bersangkutan. Bahkan bisa juga mengarah pada bunuh diri.

2. Apakah aku sudah sembuh?

Mitos: Sekali kamu merasa sudah sembuh, berhenti saja dari pengobatan.

Fakta: Hampir sebagai besar seseorang dengan gangguan psikologis yang parah, membutuhkan treatment atau perawatan untuk beberapa waktu, bahkan jika dia telah merasa baik-baik saja. Masand menyatakan bahwa hal ini untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Ya, persis seperti penyakit diabetes dan jantung.

3. Hubungan yang dipersalahkan

Mitos: Penyakit kejiwaan adalah buah dari hubungan yang buruk.

Fakta: Menurut Masand, gangguan mental semuanya memiliki komponen genetik dan lingkungan. Hubungan yang buruk dengan orang sekeliling hanya satu dari beberapa faktor.

4. Kamu tidak bisa mengatasinya

Mitos: Penyakit mental adalah simbol kelemahan karakter atau keterampilan mengelola emosi yang rendah.

Fakta: Masand menyatakan bahwa penyakit psikologis merupakan penyakit medis yang sama seperti penyakit lain. Hanya karena kamu menangis dengan mudah dan tidak mampu mengelola masalahmu sendiri, bukan berarti kamu lemah dan pantas saja mengalami gangguan psikologis.

5. Itu akan pergi dengan sendirinya

Mitos: Depresi dianggap kesedihan yang akan berlalu begitu saja.

Fakta: Depresi merupakan penyakit medis serius dengan morbiditas dan mortalitas. Tidak semua orang menunjukkan gejala yang jelas atas depresi. Ada cara untuk mengatasi depresi, secara medis yaitu mengonsumsi obat dan datang ke psikolog atau psikiater, dan non-medis seperti olahraga, yoga, atau meditasi. Dan, jika seseorang sering kali sedih atau emosional, itu tidak berarti mereka depresi.

6. Kamu tak akan kembali 'normal'

Mitos: Sekali kamu mengalami depresi dan bipolar disorder, kamu tak akan kembali menjalani hidup 'normal' sebagaimana sebelumnya.

Fakta: Masand menyatakan bahwa ada beberapa orang sukses yang justru hidup dengan depresi atau bipolar disorder, sebut saja seperti Isaac Newton, Beethoven, Brad Pitt, dan Oprah Winfrey. Jadi, orang dengan gangguan psikologis tetap bisa mengelola dirinya sendiri untuk tetap bisa bekerja, bergaul dengan orang sekitar, dan mengambil tugas-tugasnya seperti lazimnya.

7. Bunuh diri bukan perkara besar

Mitos: Bunuh diri bukan masalah besar dalam masyarakat kita.

Fakta: Kamu mungkin akan ternganga ketika mengetahui jumlah orang bunuh diri setiap tahunnya. Pada tahun 2009, ada kasus bunuh diri sebanyak 3.890 di Kanada, untuk dua jenis kelamin. Dan ternyata, penyebabnya adalah penyakit mental yang menjadi faktor risiko besar. Di Amerika Serikat, bunuh diri masuk sepuluh besar penyebab kematian pada tahun 2007. Di Indonesia? Menurut data WHO tahun 2011 yang dilansir brilio.net dari laman World Life Expectancy, Jumat (10/7), negara kita menempati posisi ke-72 dan dalam level cukup tinggi angka kematian akibat bunuh diri.

8. Jika kamu mencari bantuan, kamu lemah

Mitos: Perawatan atau pengobatan gangguan psikologis adalah wujud seseorang lemah.

Fakta: Pengobatan atau perawatan bagi penderita penyakit mental juga sama pentingnya seperti mereka yang sakit fisik. Jadi, orang tidak perlu takut atau malu untuk berbagi masalah kesehatan mentalnya, supaya segera tertangani.

9. Kamu dianggap gila

Mitos: Banyak orang dengan skizofrenia dianggap berbahaya.

Fakta: Saat kamu melihat orang skizofren atau berpenyakit mental berat lainnya, mungkin kamu hanya berpikir satu kata 'gila' untuk mereka. Selain itu juga berbahaya karena bisa menyerang kapan saja. Kamu keliru. Hanya sedikit orang skizofren yang melakukan tindak kekerasan dan ini biasanya disebabkan dia tidak mendapatkan pengobatan atau perawatan memadai.

10. ADHD itu sumber masalah

Mitos: Gangguan perhatian seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah bentuk perilaku seseorang yang buruk.

Fakta: ADHD adalah gangguan psikologis yang memiliki gejala pasti dan ada cara khusus medis untuk mengatasinya. Sayangnya, kebanyakan orangtua main diagnosa sendiri bahwa anaknya mengalami ADHD, hanya karena anaknya bandel minta ampun.

Nah, berdasarkan fakta dan mitos di atas kita tidak lagi semena-mena mencap atau memberi label kepada seseorang bahwa dia mengalami gangguan mental. Tindakan memberi pelabelan seperti itu dapat menginternalisasi seseoarang yang berujung menimbulkan tekanan tersendiri pada orang yang diberi label.


Artikel : Brilio.net

0 Response to "10 Kesehatan mental berdasarkan mitos dan fakta nya yang kamu harus tahu"

Post a Comment