SUMPAH, Pengertian, Hukum, Syarat, dan macam-macam sumpah

sumpah, macam jenis hukum
sumber gambar psychometricpinas.blogspot.com


Sumpah demi Allah !

Pernah kah anda mengucapkan kalimat seperti itu ?
Untuk membela diri seseorang terkadang mengandalkan sumpah untuk membela dirinya agar orang mempercayainya. 

Dalam bahasa Arab sumpah disebut dengan al-aimanu, al-halfu, al-qasamu. Al-aimanu jama’ dari kata al-yamiinu (tangan kanan) karena orang Arab di zaman Jahiliyah apabila bersumpah satu sama lain saling berpegangan tangan kanan. Kata al-yamiinu secara etimologis dikaitkan dengan tangan kanan yang bisa berarti al-quwwah (kekuatan), dan al-qasam (sumpah). Dengan demikian pengertian al-yuamiinu merupakan perpaduan dari tiga makna tersebut yang selanjutnya digunakan untuk bersumpah. Dikaitkan dengan kekuatan (al-quwwah), karena orang yang ingin mengatakan atau menyatakan sesuatu dikukuhkan dengan sumpah sehingga pernyataannya lebih kuat sebagaimana tangan kanan lebih kuat dari tangan kiri. Lafal sumpah tersebut harus menggunakan huruf sumpah (al-qasam) yaitu: waw, ba dan ta. seperti; walLahi, bilLahi, talLahi.

Sedangkan sumpah menurut kamus besar Indonesia adalah sebagai berikut :

1.    Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah SWT untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan.

2.    Pernyataan yang disertai tekad melakukan sesuatu menguatkan kebenarannya atau berani menerima sesuatu bila yang dinyatakan tidak benar.

3.    Janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu).

Pendapat para ulama mengenai hukum sumpah
  
Banyak para ulama berbeda pendapat mengenai hukum bersumpah, berikut adalah beberapa pendapat ulama tentang hukum bersumpah.

1. Pendapat dari Imam Malik

Menurut Imam Malik akan hukum asal sumpah yaitu Jaiz ( boleh ), namun bisa menjadi sunnah apabila dimaksudkan untuk menekankan suatu masalah keagamaan atau untuk mendorong orang melakukan sesuatu yang diperintahkan agama, atau melarang orang berbuat sesuatu yang diperintahkan agama, atau melarang orang berbuat sesuatu yang dilarang agama Jika sumpah hukumnya mubah, maka melanggarnya pun mubah, tetapi harus membayar kafarat (denda), kecuali jika pelanggaran sumpah itu lebih baik.

2. Pendapat dari Imam Hambali

Iman Hambali berpendapat bahwa hukum bersumpah itu tergantung kepada keadaannya. Bisa wajib, haram, makruh, sunnah ataupun mubah. Jika yang disumpahkan itu menyangkut masalah yang wajib dilakukan, maka hukum bersumpahnya adalah wajib. Sebaliknya jika bersumpah untuk hal-hal yang diharamkan, maka hukum bersumpahnya juga sunnah dan seterusnya.

3. Pendapat dari Imam Syafi’i

Menurut Imam Syafa'i hukum asal sumpah adalah makruh, namun juga bisa sunnah, wajib, haram dan juga mubah. Tergantung pada keadaaanya

4. Pendapat dari Imam Hanafi

Menurut Imam Hanafi asal hukum bersumpah adalah ‘jaiz‘, tetapi lebih baik tidak terlalu banyak melakukan sumpah. Jika seseorang bersumpah akan melakukan maksiat, wajib ia melanggar sumpahnya. Jika seseorang bersumpah akan meninggalkan maksiat maka ia wajib melakukan sesuai dengan sumpahnya.

 
Syarat dan rukun sumpah

Rukun sumpah menurut Nashruddin baidan yaitu ada 4.

  • Muqsim atau orang yang melakukan sumpah
  • Muqsam Bih yaitu sesuatu untuk dijadikan landasan atau dasar sumpah
  • Adat Qasam atau perlengkapan untuk bersumpah
  • Muqsam ‘Alaih yaitu sesuatu yang disumpahkan
 
Sumpah akan dikatakan sah apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini.


1.    Menyebut asma Allah SWT atau salah satu sifatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ.

“Sesiapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau (jika tidak) maka diamlah.”

2.    Orang yang bersumpah sudah mukallaf.

3.    Tidak dalam keadaan terpaksa dan disengaja dengan niat untuk bersumpah.

 

Terlepas dari segala pendapat di atas bahwa sumpah adalah suatu ucapan yang mengatas namakan Allah SWT yang apabila dipermainkan berarti telah mempermainkan agama. Oleh karena itu bila telah bersumpah, peliharalah sumpah itu.

Macam-macam dari sumpah

Menurut Mazhab Hanafi sumpah itu ada tiga macam, yaitu :


1.    Al-yamin al-laghwu yaitu sumpah yang diucapkan tanpa ada niat untuk bersumpah. Pelanggaran atas sumpah ini tidak berdosa dan tidak wajib membayar kafarat.

2.    Al-yamin al-mu’akkidah yaitu sumpah yang diniatkan untuk bersumpah. Sumpah semacam ini wajib dilaksanakan. Jika dilanggar harus membayar kafarat

3.    Al-yaminal-gamus yaitu sumpah palsu yang mengakibatkan hak-hak orang tak terlindungi atau sumpah fasik dankhianat. Sumpah semacam termasuk dosa besar.



sumber : blog.umy.ac.id


1 Response to "SUMPAH, Pengertian, Hukum, Syarat, dan macam-macam sumpah"

  1. bagaimana ya kalau bersumpah baiah di dalam seni persilatan?
    contoh:
    1)bersumpah tidak akan derhaka kepada guru

    ReplyDelete