HATI-HATI, kebanyakan azab kubur disebabkan karena buang air kecil

urinoir



Sekarang ini toilet untuk pria didominasi oleh urinoir yang berupa bejana kecil permanen yang menempel ke tembok dengan ruangan terbuka tanpa memiliki batas sehingga orang disebelah dapat melihat orang yang sedang kencing. Mereka seakan tidak malu aurat mereka dilihat oleh orang lain, dan setelah selesai buang air mereka langsung merapikan celana tanpa mencuri alatvital mereka. Air kencing merupakan najis kecil yang yahur dibersihkan dengan cara mencuci dengan air. Jadi mereka yang sehabis kencing tidak memcuci alat vital mereka atau cebok, berarti mereka dalam keadaan najis.

Hal seperti ini persis dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang non islam. Mereka telah melakukan dua perkara yang diharamkan oleh agama Islam, yaitu mereka membiarkan aurat nya dilihat orang lain dan tidak membersihkan najis dari sisa kencing mereka.

Padahal Islam datang dengan membawa peraturan yang semuanya merupakan maslahat bagi pemeluknya. Salah satunya yaitu aturan untuk menghilangkan najis. Dalam Islam, umatnya disyariatkan untuk melakukan Istinja’ (membersihkan diri dengan air) dan Istijmar (membersihkan kotoran dengan batu). Islam juga menerangkan bagaimana cara melakukan hal tersebut hingga dapat mencapai kebersihan yang maksimal.

shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِسْتَنْزِهُوْا مِنَ الْبَوْلِ

“Bersihkanlah diri kalian dari air kencing.” 

Banyak sekali orang yang menyepelekan mengenai hal ini, sehingga banyak yang sholat mereka menjadi tidak sah karena badan mereka yang masih bernajis dan pakaian mereka yang kotor. Selain membuat sholat menjadi tidak sah, tidak membersihkan alat vital setelah kencing dapat menyebabkan azab kubur.

Seperti sabda Rasulullah :

“Kebanyakan azab kubur disebabkan oleh buang air kecil”. (HR: Ahmad dalam Shahihul Jami’ No. 1213)


Kesalahan dari buang air kecil itu antara lain adalah tidak cebok sehabis buang air kecil, menyudahi hajat dengan terburu-buru padahal kencingnya belum habis, kencing dengan posisi atau tempat tertentu yang dapat membuat percikan air kencing kembali mengenainya dan tidak teliti atau secara sengaja meninggalkan istinja’ dan istijmar.

Selain itu, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Suatu kali Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati salah satu kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa di alam kuburnya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Keduanya diazab, tetapi tidak karena masalah besar (dalam anggapan keduanya) lalu bersabda – benar (dlm riwayat lain: Sesungguhnya ia masalah besar) salah satunya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan kencingnya dan yang satu lagi suka mengadu domba”. HR: Bukhari, dalam Fathul Baari: 1/317

Nah, maka dari itu berhati-hatilah dalam buang air kecil. Memang kelihatan nya sepele namun dalam agama mempunyai dampak yang besar.






0 Response to "HATI-HATI, kebanyakan azab kubur disebabkan karena buang air kecil"

Post a Comment